Memuat...
03 February 2025 15:45

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Resiliensi

Bagikan artikel

Resiliensi dipengaruhi oleh berbagai faktor yang dapat dikelompokkan ke dalam dua kategori utama: faktor internal dan eksternal. Faktor internal, atau Internal Protective Factors, berasal dari dalam diri individu, seperti harga diri, efikasi diri, kemampuan dalam menghadapi masalah, regulasi emosi, dan optimisme. Sementara itu, faktor eksternal, atau External Protective Factors, mencakup dukungan yang diterima individu dari lingkungan sekitar, seperti keluarga dan komunitas (McCubbin, L. 2001).

Berbeda dengan pembagian yang dilakukan oleh McCubbin, Schoon mengelompokkan faktor-faktor yang mendukung resiliensi ke dalam tiga aspek: individu, keluarga, dan komunitas. Faktor protektif pada aspek individu mencakup kecerdasan, keterampilan sosial, serta karakteristik individu lainnya. Pada aspek keluarga, faktor protektif berhubungan dengan dukungan yang diberikan keluarga saat individu menghadapi tekanan. Sedangkan pada aspek komunitas, faktor protektif berhubungan dengan lingkungan yang dapat mendukung individu dalam menghadapi tantangan (Schoon, I. 2006).

Grotberg (2004) mengidentifikasi sejumlah faktor yang mempengaruhi resiliensi seseorang, di antaranya adalah:

  1. Temperamen
    Temperamen merujuk pada sifat dasar individu yang mempengaruhi cara mereka merespons rangsangan (Ashari, 1996). Temperamen ini dapat mempengaruhi seberapa cepat atau lambat seseorang bereaksi terhadap rangsangan. Selain itu, temperamen dasar juga menentukan apakah seseorang lebih cenderung mengambil risiko atau menjadi lebih berhati-hati.

  2. Inteligensi
    Inteligensi, yang berasal dari kata intelligence, dapat diartikan sebagai kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan cepat dan efektif dalam berbagai situasi (Ashari, 1996). Ini juga mencakup kemampuan untuk menggunakan konsep-konsep abstrak secara efisien. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa tingkat intelegensi yang lebih rendah atau rata-rata justru lebih berperan penting dalam kemampuan resiliensi seseorang. Namun, penelitian Grotberg (1999) mengungkapkan bahwa resiliensi dipengaruhi oleh berbagai faktor, bukan hanya oleh satu faktor tunggal.

  3. Budaya
    Perbedaan budaya juga mempengaruhi bagaimana resiliensi dipromosikan dan diterapkan, karena setiap budaya memiliki dinamika dan cara yang berbeda dalam mendukung individu untuk menghadapinya.

  4. Usia
    Usia berperan dalam mempengaruhi tingkat resiliensi seseorang. Anak-anak yang lebih muda (di bawah delapan tahun) cenderung lebih bergantung pada dukungan eksternal, sementara anak-anak yang lebih tua cenderung lebih bergantung pada sumber daya internal mereka.

  5. Gender
    Perbedaan gender juga dapat memengaruhi perkembangan resiliensi, dengan faktor-faktor sosial dan budaya yang terkait dengan peran gender yang berbeda.

Biro Psikologi Smile Consulting Indonesia menyediakan jasa psikotes untuk berbagai kebutuhan asesmen psikologi, baik untuk individu maupun perusahaan. Layanan kami dirancang untuk memberikan hasil yang akurat dan terpercaya.

Bagikan