Memuat...
20 February 2026 09:35

Ketergantungan Validasi Eksternal: Mengapa Pujian Lebih Menenangkan daripada Keyakinan Diri

Bagikan artikel

Banyak orang merasa lebih tenang ketika mendapatkan pujian, pengakuan, atau persetujuan dari orang lain dibandingkan saat meyakini dirinya sendiri. Kondisi ini dikenal sebagai ketergantungan pada validasi eksternal, yaitu kecenderungan menilai harga diri berdasarkan respons lingkungan, bukan dari keyakinan internal yang stabil.

 

Validasi Eksternal sebagai Sumber Rasa Aman

Dalam psikologi sosial, kebutuhan akan penerimaan dipahami sebagai kebutuhan dasar manusia. Baumeister dan Leary (1995) menjelaskan bahwa manusia memiliki dorongan kuat untuk merasa diterima dan diakui oleh lingkungannya. Pujian memberikan sinyal bahwa individu “aman” secara sosial, sehingga memicu rasa lega dan nyaman.

Namun, ketika rasa aman terlalu bergantung pada respons orang lain, individu menjadi rentan terhadap fluktuasi emosi. Ketika pujian berkurang atau kritik muncul, keyakinan diri pun mudah goyah karena tidak memiliki fondasi internal yang kuat.

 

Peran Harga Diri yang Bersifat Kontingen

Ketergantungan pada pujian seringkali berkaitan dengan contingent self-esteem, yaitu harga diri yang bergantung pada pencapaian atau penilaian eksternal. Crocker dan Wolfe (2001) menjelaskan bahwa individu dengan harga diri kontingen cenderung terus mencari penguatan dari luar untuk mempertahankan rasa berharga.

Dalam jangka pendek, pujian memang menenangkan. Namun, pola ini dapat menciptakan kelelahan emosional karena individu terus berusaha memenuhi ekspektasi eksternal demi mempertahankan perasaan diterima.

 

Akar Pengalaman Relasional dan Pola Asuh

Ketergantungan validasi eksternal tidak muncul begitu saja. Penelitian tentang perkembangan diri menunjukkan bahwa pengalaman relasional awal berperan besar. Harter (2012) mengemukakan bahwa anak yang mendapatkan penerimaan bersyarat cenderung belajar bahwa dirinya bernilai hanya jika memenuhi standar tertentu.

Akibatnya, saat dewasa, individu lebih mudah mengaitkan nilai diri dengan pujian dan pengakuan. Keyakinan diri sulit tumbuh karena sejak awal rasa berharga dibangun dari luar, bukan dari penerimaan diri yang konsisten.

 

Dampak terhadap Pengambilan Keputusan dan Relasi

Dalam kehidupan sehari-hari, ketergantungan pada validasi eksternal dapat mempengaruhi cara seseorang mengambil keputusan. Individu mungkin menghindari pilihan yang sesuai dengan nilai pribadinya karena takut kehilangan persetujuan. Ryan dan Deci (2000) menjelaskan bahwa dominasi motivasi eksternal dapat menghambat perkembangan otonomi psikologis.

Dalam relasi interpersonal, pola ini juga dapat menimbulkan kelelahan relasional, baik bagi diri sendiri maupun orang lain, karena hubungan menjadi sarana utama untuk mencari rasa aman emosional.

 

Membantu Membangun Keyakinan Diri melalui Asesmen Psikologis

Asesmen psikologi dapat membantu individu memahami pola ketergantungan validasi eksternal secara lebih objektif. Melalui kombinasi tes psikologis dan wawancara, psikolog dapat mengidentifikasi sumber harga diri, pola motivasi, serta kebutuhan emosional yang belum terpenuhi. Pendekatan ini sejalan dengan pandangan bahwa asesmen berfungsi sebagai alat pemahaman dan pengembangan, bukan sekadar pengukuran (Meyer et al., 2001).

Dengan pemahaman yang lebih utuh, individu dapat mulai membangun keyakinan diri yang bersumber dari nilai internal, bukan semata-mata dari pujian lingkungan.

Melalui layanan asesmen psikologi yang dilakukan secara profesional dan bertanggung jawab, Smile Consulting Indonesia membantu individu dan organisasi memahami dinamika harga diri dan kebutuhan emosional secara lebih mendalam, sehingga hasil asesmen dapat dimanfaatkan sebagai dasar pengembangan diri dan relasi yang lebih sehat.




Referensi:

Baumeister, R. F., & Leary, M. R. (1995). The need to belong. Psychological Bulletin.

Crocker, J., & Wolfe, C. T. (2001). Contingencies of self-worth. Psychological Review.

Harter, S. (2012). The Construction of the Self.

Meyer, G. J., et al. (2001). Psychological testing and psychological assessment.American Psychologist.

Ryan, R. M., & Deci, E. L. (2000). Intrinsic and extrinsic motivations. Contemporary Educational Psychology.



Bagikan