Memuat...
04 November 2025 10:17

Motivation for Solitude Scale (MSS-SF)

Bagikan artikel

Kesendirian sering kali dipandang sebagai hal yang negatif, identik dengan rasa sepi, penolakan, atau ketidakmampuan bersosialisasi. Namun, tidak semua kesendirian bersifat buruk. Ada individu yang memilih sendiri untuk alasan positif, seperti mencari ketenangan, melakukan refleksi diri, atau mengisi ulang energi. Untuk memahami perbedaan ini, diperlukan alat ukur yang mampu menangkap motivasi di balik perilaku kesendirian.

 

Salah satu instrumen yang digunakan adalah Motivation for Solitude Scale – Short Form (MSS-SF). Alat ukur ini dirancang untuk mengetahui alasan seseorang memilih kesendirian, bukan sekadar melihat apakah ia sering sendiri atau tidak. Dengan kata lain, MSS-SF lebih menekankan pada mengapa seseorang memilih untuk sendiri, bukan hanya seberapa sering ia melakukannya.

 

MSS-SF membantu membedakan motivasi kesendirian menjadi dua kategori besar:

  • Motivasi Positif, yaitu ketika seseorang memilih sendiri untuk hal-hal yang mendukung pertumbuhan diri, misalnya menenangkan pikiran, merenung, mengeksplorasi ide atau kreativitas, hingga mengembangkan minat pribadi.

  • Motivasi Negatif, yaitu ketika kesendirian dipilih karena alasan menghindar, seperti merasa tidak diterima, minder, takut bersosialisasi, atau masih menyimpan luka dari pengalaman masa lalu.

 

Alat ukur ini penting karena membantu peneliti maupun praktisi psikologi memahami dinamika psikologis seseorang secara lebih mendalam. Dengan menggunakan MSS-SF, dapat diketahui apakah perilaku menyendiri seseorang berfungsi sebagai bentuk self-care atau justru menjadi tanda adanya permasalahan psikologis yang perlu diperhatikan.

 

Selain itu, MSS-SF juga bermanfaat dalam berbagai konteks, mulai dari penelitian psikologi perkembangan, asesmen kesehatan mental, hingga aplikasi praktis dalam konseling. Dengan mengidentifikasi motivasi di balik kesendirian, konselor atau psikolog dapat memberikan intervensi yang lebih tepat, misalnya mendorong kesendirian yang sehat atau membantu mengatasi kesendirian yang berakar pada pengalaman negatif.

 

Secara keseluruhan, MSS-SF bukan hanya alat ukur, tetapi juga jendela untuk memahami sisi kompleks dari perilaku kesendirian. Instrumen ini menekankan bahwa kesendirian tidak selalu sama dengan kesepian, semuanya tergantung pada alasan dan motivasi yang mendasarinya.

Biro psikologi Smile Consulting Indonesia menyediakan jasa psikotes untuk berbagai kebutuhan asesmen psikologi, baik untuk individu maupun perusahaan. Layanan kami dirancang untuk memberikan hasil yang akurat dan terpercaya.



Referensi :

Thomas, V., & Azmitia, M. (2019). Motivation matters: Development and validation of the motivation for solitude scale–short form (MSS-SF). Journal of adolescence, 70, 33-42.

Maulida, R. (2024). Pengaruh Tipe-Tipe Motivation For Solitude Terhadap Psychological Well-Being Pada Mahasiswa (Undergraduate thesis, Universitas Padjadjaran).  

Bagikan