Ketika Kebahagiaan Terkesan “Hampir”
Bayangkan sebuah hari biasa. Kamu bangun, meneguk kopi hangat, lalu memeriksa notifikasi di ponsel. Sesuatu tampak menyenangkan, tapi ada rasa hampa yang sulit dijelaskan. Atau mungkin kamu baru saja mencapai sesuatu yang penting, mendapat promosi, lulus ujian, atau menyelesaikan proyek besar, tetapi kepuasan itu terasa cepat memudar. Mengapa kita sering merasa ada yang kurang, padahal semua indikator eksternal “baik-baik saja”?
Fenomena ini bukan sekadar imajinasi. Kebahagiaan dan kesejahteraan psikologis adalah dua hal berbeda. Seseorang bisa tersenyum sepanjang hari namun tetap merasa tidak utuh; sebaliknya, orang lain mungkin jarang tersenyum tapi merasakan hidup yang penuh makna. Inilah konteks di mana PERMA Profiler dari Martin Seligman masuk sebagai panduan praktis untuk memahami kesejahteraan secara lebih mendalam.
Apa Itu PERMA?
PERMA adalah akronim dari lima komponen utama yang menurut Seligman membentuk kehidupan yang bahagia dan bermakna:
Positive Emotion (Emosi Positif)
Ini tentang kemampuan merasakan kesenangan, kepuasan, atau kebahagiaan dalam hidup sehari-hari. Bukan berarti setiap saat harus tertawa, tapi mengapresiasi momen kecil, seperti teh hangat di pagi hari atau tawa dengan teman, dapat membentuk fondasi kesejahteraan.
Engagement (Keterlibatan)
Engagement muncul ketika kita tenggelam sepenuhnya dalam aktivitas apa yang psikolog sebut sebagai flow. Contohnya: saat menulis jurnal, melukis, bermain musik, atau bahkan menyelesaikan teka-teki sulit. Saat berada dalam flow, kita kehilangan kesadaran akan waktu dan merasa hidup sepenuhnya hadir.
Relationships (Hubungan Sosial)
Kualitas hubungan sosial lebih penting daripada kuantitas. Hubungan yang hangat, suportif, dan autentik, dari teman, keluarga, atau pasangan, memberi rasa diterima dan dicintai, yang sangat berpengaruh pada kesejahteraan psikologis.
Meaning (Makna Hidup)
Makna hidup muncul ketika kita merasa ada tujuan di balik tindakan kita, sesuatu yang lebih besar dari diri sendiri. Misalnya, mengajar anak-anak, membantu teman yang kesulitan, atau berkontribusi dalam proyek sosial. Makna membuat kita lebih tangguh menghadapi kesulitan karena setiap tantangan menjadi bagian dari sesuatu yang lebih bermakna.
Achievement (Prestasi)
Pencapaian bukan hanya soal penghargaan besar, tetapi juga kemajuan kecil yang memberi rasa puas. Menyelesaikan tugas sulit, belajar keterampilan baru, atau mempertahankan konsistensi dalam rutinitas adalah bentuk prestasi yang memberi motivasi intrinsik.
PERMA dalam Kehidupan Sehari-hari: Narasi dari Awam
Bayangkan Dina, seorang mahasiswa yang aktif, tapi sering merasa cemas tentang masa depan.
-
Positive Emotion: Dina menyadari bahwa ia jarang memberi ruang untuk merasakan kesenangan sederhana, karena terlalu fokus pada target akademik. Saat ia mulai menikmati pagi hari dengan secangkir teh sambil mendengar musik favorit, ia merasa hari-harinya sedikit lebih ringan.
-
Engagement: Menulis esai atau membaca buku psikologi kini bukan sekadar kewajiban, tetapi momen flow. Waktu terasa cepat berlalu, dan ia merasa lebih hidup.
-
Relationships: Dina mulai lebih fokus membangun hubungan yang autentik dengan teman dekat, bukan hanya sekadar mengikuti grup chat atau media sosial. Interaksi ini memberinya rasa diterima dan didukung.
-
Meaning: Melibatkan diri dalam kegiatan sosial di kampus memberinya rasa kontribusi. Ia merasa bahwa usaha dan waktunya memberikan dampak positif pada orang lain.
-
Achievement: Setiap target kecil yang tercapai, menyelesaikan tugas tepat waktu, memahami materi sulit, atau mengajar teman memberi kepuasan dan memperkuat kepercayaan diri.
Melalui pendekatan PERMA, Dina mulai merasakan keseimbangan hidup: emosi positif, keterlibatan, hubungan, makna, dan pencapaian tidak lagi terpisah, melainkan saling melengkapi.
Kenapa PERMA Penting di Dunia Modern
Hidup modern sering memaksa kita fokus pada satu aspek: pencapaian, produktivitas, atau pengakuan sosial. Hal ini membuat kesejahteraan kita timpang, misalnya prestasi tinggi tapi kurang makna hidup, atau banyak teman tapi jarang mengalami flow. PERMA Profiler membantu kita menilai semua dimensi kesejahteraan, sehingga bisa membuat perubahan yang nyata dan terukur.
Cara Praktis Menggunakan PERMA Profiler
-
Refleksi Diri: Catat pengalaman sehari-hari dan tentukan di mana kamu merasa bahagia, tenggelam, terhubung, memiliki makna, atau merasakan prestasi.
-
Identifikasi Kesenjangan: Amati dimensi mana yang lemah. Apakah hubungan sosial kurang hangat? Atau engagement rendah karena terlalu sibuk?
-
Rancang Perubahan: Tambahkan aktivitas kecil yang mendukung keseimbangan. Misalnya, jadwalkan waktu untuk flow, beri ruang untuk koneksi sosial, atau tetapkan tujuan bermakna.
Langkah-langkah ini sederhana, tetapi ketika dilakukan konsisten, akan membantu membangun kesejahteraan yang menyeluruh.
Kesimpulan
PERMA Profiler mengajarkan kita bahwa kebahagiaan sejati bukan hanya soal tawa sesaat atau pencapaian material, tetapi kombinasi emosi positif, keterlibatan, hubungan, makna, dan pencapaian. Dengan memahami dan menyeimbangkan lima dimensi ini, kita bisa hidup lebih terhubung, penuh tujuan, dan memuaskan, meski dunia modern sering menuntut lebih dari kemampuan kita.
Biro psikologi Smile Consulting Indonesia menyediakan jasa psikotes untuk berbagai kebutuhan asesmen psikologi, baik untuk individu maupun perusahaan. Layanan kami dirancang untuk memberikan hasil yang akurat dan terpercaya.
Referensi:
Seligman, M. E. P. (2011). Flourish: A visionary new understanding of happiness and well-being. New York: Free Press.
Butler, J., & Kern, M. L. (2016). The PERMA-Profiler: A brief multidimensional measure of flourishing. International Journal of Wellbeing, 6(3), 1–48.
Seligman, M. E. P. (2002). Authentic happiness: Using the new positive psychology to realize your potential for lasting fulfillment. New York: Free Press.