Setiap orang pasti pernah merasa sendiri, meski berada di tengah keramaian. Perasaan seperti itu dikenal dengan istilah kesepian. Kesepian bukan sekadar kondisi tidak punya teman, tapi lebih pada perasaan terisolasi, tidak dipahami, atau merasa tidak memiliki hubungan sosial yang bermakna.
Kesepian dalam Kehidupan Sehari-Hari
Kesepian bisa dialami siapa saja, dari remaja hingga orang tua. Faktor penyebabnya beragam, mulai dari perubahan lingkungan (seperti pindah sekolah atau pekerjaan), minimnya dukungan sosial, hingga masalah psikologis seperti depresi dan kecemasan.
Dampak kesepian pun tidak bisa dianggap sepele, kesepian dapat:
-
Meningkatkan risiko stres dan depresi
-
Menurunkan kualitas tidur
-
Berhubungan dengan gangguan kesehatan fisik seperti tekanan darah tinggi
-
Menurunkan kesejahteraan psikologis secara keseluruhan.
Mengukur Kesepian: UCLA Loneliness Scale
Untuk memahami seberapa jauh seseorang mengalami kesepian, psikolog membutuhkan alat ukur yang tepat. Salah satu skala yang paling banyak digunakan adalah UCLA Loneliness Scale yang dikembangkan oleh Daniel Russell dan koleganya.
Pada tahun 1996, Russell menyempurnakan instrumen ini menjadi UCLA Loneliness Scale Version 3. Skala ini terdiri dari 20 item pernyataan yang dijawab dengan skala Likert, mulai dari "tidak pernah" hingga "sering".
Pernyataan dalam skala ini tidak secara langsung menyebut kata “kesepian”, melainkan menggambarkan pengalaman sehari-hari, seperti merasa tidak memiliki teman dekat, merasa terabaikan, atau merasa memiliki hubungan sosial yang memuaskan. Dengan begitu, hasil jawaban bisa lebih menggambarkan kondisi emosional seseorang secara jujur.
Keunggulan UCLA Loneliness Scale
Berdasarkan penelitian Russell (1996), versi ke-3 dari skala ini memiliki:
- Reliabilitas tinggi : konsisten dalam mengukur kesepian
- Validitas baik : benar-benar mengukur perasaan kesepian, bukan hal lain
- Struktur faktor yang jelas : memisahkan antara aspek isolasi sosial dan kualitas hubungan personal.
Karena keandalannya, skala ini hingga sekarang masih sering digunakan dalam penelitian maupun praktik psikologi untuk memahami kesepian dan dampaknya pada kesehatan mental maupun fisik.
Penutup
Kesepian adalah bagian dari pengalaman manusia yang bisa berdampak serius bila berlangsung lama. Dengan adanya alat ukur seperti UCLA Loneliness Scale Version 3, psikolog dapat menilai sejauh mana kesepian dialami seseorang, sehingga intervensi atau dukungan sosial dapat diberikan secara lebih tepat.
Biro psikologi Smile Consulting Indonesia menyediakan jasa psikotes untuk berbagai kebutuhan asesmen psikologi, baik untuk individu maupun perusahaan. Layanan kami dirancang untuk memberikan hasil yang akurat dan terpercaya.
Referensi :
Sumber : Russell, D. (1996). UCLA Loneliness Scale Version 3: Reliability, Validity, and Factor Structure. Journal of Personality Assessment, 66, 20-40