Bayangkan tubuh Anda adalah sebuah taman yang indah. Untuk menjaga taman itu tetap hijau, Anda tentu sangat selektif memilih pupuk dan menyiramnya dengan air bersih. Namun, apa jadinya jika setiap hari ada orang yang datang dan sengaja membuang limbah beracun ke atas rumput Anda? Sehebat apa pun usaha Anda merawatnya, taman itu akan layu juga. Dalam kehidupan sosial, kita sering kali terlalu fokus pada "diet makanan" untuk kesehatan fisik, namun lupa melakukan Diet Pertemanan. Padahal, kesehatan mental kita sangat bergantung pada siapa yang kita izinkan duduk di meja makan kehidupan kita. Mempertahankan hubungan dengan toxic people bukan sekadar masalah "tidak enak hati", melainkan sebuah sabotase diri yang secara perlahan menguras cadangan kebahagiaan Anda.
Perumpamaannya mirip dengan baterai ponsel yang sudah mulai "bocor". Ada tipe teman yang bertindak seperti charger, saat Anda mengobrol dengan mereka, energi Anda penuh kembali dan Anda merasa optimis. Namun, ada tipe toxic people yang bertindak seperti aplikasi latar belakang yang rakus daya; mereka tidak melakukan apa pun yang terlihat berbahaya, tetapi setelah bersamanya, Anda merasa lelah secara emosional, ragu pada kemampuan diri, dan kehilangan semangat. Melakukan diet pertemanan bukan berarti Anda menjadi jahat atau sombong. Ini adalah tindakan penyelamatan diri agar "baterai" mental Anda tidak habis hanya untuk melayani drama, kritik tanpa henti, atau manipulasi dari orang-orang yang sebenarnya tidak menginginkan pertumbuhan Anda.
Secara psikologis, kita adalah rata-rata dari lima orang yang paling sering menghabiskan waktu bersama kita. Penjelasan sederhananya adalah melalui fenomena Social Contagion atau penularan sosial; emosi, pola pikir, bahkan level stres seseorang bisa menular layaknya virus. Jika lingkungan sosial Anda dipenuhi oleh orang-orang yang gemar mengeluh atau menjatuhkan, otak Anda akan terus berada dalam mode waspada (fight or flight), yang meningkatkan hormon kortisol (hormon stres). Diet pertemanan membantu Anda menurunkan level stres ini dengan cara membatasi akses mereka ke dalam ruang pikiran Anda. Kalimat penjelas yang krusial di sini adalah: Anda tidak memiliki kewajiban moral untuk memperbaiki orang yang terus-menerus merusak kedamaian Anda. Terkadang, cara terbaik untuk membantu diri sendiri adalah dengan berjalan menjauh tanpa menoleh ke belakang.
Bagaimana cara memulai diet ini tanpa merasa bersalah? Mulailah dengan menetapkan batasan (boundaries) yang tegas. Anda tidak perlu langsung memutus kontak secara kasar, cukup kurangi porsi interaksi secara perlahan persis seperti mengurangi asupan gula saat diet fisik. Berhentilah menjadi "tong sampah" bagi keluhan mereka yang tak berujung dan mulailah memprioritaskan waktu untuk mereka yang menghargai keberadaan Anda. Ingatlah, ruang di hidup Anda itu terbatas. Dengan membuang "sampah" emosional dari toxic people, Anda sebenarnya sedang menyediakan kursi kosong bagi orang-orang baru yang lebih positif, inspiratif, dan mendukung kesehatan jiwa Anda. Kedamaian sejati bukan datang dari banyaknya teman, melainkan dari kualitas kedalaman dan ketulusan orang-orang yang tetap tinggal.
Agar diet ini berhasil dan tidak membuat Anda stres sendiri, gunakan metode "Pangkas, Batasi, dan Tanam" berikut ini:
-
Identifikasi "Vampir Energi" Anda Coba ingat-ingat interaksi Anda dalam seminggu terakhir. Siapa orang yang setelah Anda temui atau ajak bicara, membuat Anda merasa lelah, pusing, atau merasa buruk tentang diri sendiri? Tuliskan namanya. Mengakui bahwa seseorang itu toxic bagi Anda adalah langkah pertama untuk berhenti memaklumi perilaku mereka.
-
Gunakan Teknik "Slow Response" (Pangkas) Anda tidak harus memutus komunikasi secara dramatis. Mulailah dengan tidak langsung membalas pesan dari mereka. Berikan jeda beberapa jam, lalu balas secara singkat dan padat tanpa perlu membuka topik baru. Ini adalah cara halus untuk memberi sinyal bahwa Anda tidak lagi tersedia sebagai "tong sampah emosional" mereka 24/7.
-
Pasang "Pagar Pembatas" yang Jelas (Batasi) Jika mereka mulai mengeluh atau membicarakan orang lain, gunakan kalimat pengalihan yang sopan namun tegas. Contohnya: "Wah, sepertinya berat ya. Eh, maaf banget, aku cuma punya waktu 5 menit karena ada kerjaan yang harus segera dikirim." Dengan menetapkan durasi waktu, Anda memegang kendali atas energi Anda sendiri.
-
Seleksi Notifikasi Media Sosial Diet pertemanan juga terjadi di dunia digital. Jangan ragu untuk menggunakan fitur Mute atau Restrict pada akun yang postingannya selalu memicu rasa iri, kemarahan, atau rasa rendah diri pada Anda. Anda tidak perlu berhenti berteman (unfriend), cukup berhenti melihat konten mereka demi ketenangan pikiran saat scrolling.
-
Investasikan Waktu pada "Nutrisi Sosial" (Tanam) Gunakan waktu yang Anda hemat dari menghindari toxic people untuk menghubungi kembali teman-teman yang selama ini memberi pengaruh positif namun jarang Anda sapa. Fokuslah pada kualitas, bukan kuantitas. Memiliki dua teman yang tulus jauh lebih menyehatkan daripada memiliki puluhan teman yang hanya ada saat mereka butuh tempat mengeluh.
Psikotes resmi HIMPSI dari biro psikologi Smile Consulting Indonesia menawarkan solusi asesmen psikologi yang valid dan dapat diandalkan, memastikan hasil yang optimal untuk berbagai keperluan Anda.
Referensi
Christakis, N. A., & Fowler, J. H. (2009). Connected: The Surprising Power of Our Social Networks and How They Shape Our Lives. Little, Brown Spark.
Cloud, H., & Townsend, J. (1992). Boundaries: When to Say Yes, How to Say No to Take Control of Your Life. Zondervan.