Memuat...
21 January 2026 10:00

Bagaimana Rutinitas Sederhana Melindungi Kita dari Rasa Cemas

Bagikan artikel

Pernahkah Anda merasa "lelah padahal tidak melakukan apa-apa"? Bisa jadi itu bukan lelah fisik, melainkan Decision Fatigue (kelelahan mengambil keputusan). Bayangkan otak Anda memiliki kuota baterai untuk mengambil keputusan setiap harinya. Tanpa jadwal, baterai itu habis hanya untuk memikirkan "Habis ini makan apa?" atau "Kapan saya harus mulai mandi?".

 

Mengapa Otak Kita "Mencintai" Rutinitas?

Secara psikologis, rutinitas bukanlah penjara, melainkan jangkar. Inilah alasan ilmiah mengapa struktur harian sangat krusial bagi kesehatan mental:

  • Menghapus Ketidakpastian: Ketidakpastian adalah bahan bakar utama kecemasan. Rutinitas memberikan prediktabilitas. Menurut Arlinghaus dan Johnston (2018), struktur yang konsisten membantu menjaga keseimbangan hormon stres dan fungsi fisiologis tubuh.

  • Menghemat Energi Mental: Dengan rutinitas, aktivitas harian berpindah ke sistem "autopilot" di otak (basal ganglia). Ini menyisakan energi kognitif untuk hal-hal yang benar-benar penting.

  • Menstabilkan Jam Biologis: Teori Social Zeitgeber oleh Ehlers dkk. (1988) menjelaskan bahwa keteraturan aktivitas (jam makan, jam tidur, jam kerja) membantu menstabilkan ritme sirkadian yang berdampak langsung pada stabilitas emosi.

Bayangkan hidup Anda adalah sebuah bangunan dengan kondisi seperti berikut.

  1. Tanpa Struktur: Seperti tumpukan bata tanpa semen. Sedikit angin (masalah) datang, semuanya runtuh. Anda merasa cemas karena tidak ada yang menahan beban hari itu.

  2. Dengan Rutinitas: Rutinitas adalah semennya. Ia menyatukan hari-hari Anda, memberi kerangka yang kokoh, sehingga saat stres datang, Anda tetap berdiri tegak karena memiliki "fondasi" kegiatan yang sudah pasti.

 

3 Langkah Sederhana Membangun "Jangkar" Hari Ini

Berdasarkan riset Hou dkk. (2020), Anda tidak perlu jadwal yang kaku seperti robot. Cukup miliki beberapa titik tetap:

Jenis Jangkar

Contoh Sederhana

Manfaat Psikologis

Jangkar Pagi

Minum air putih & merapikan kasur.

Memberikan perasaan Small Win (kemenangan kecil).

Jangkar Transisi

Jalan kaki 10 menit setelah kerja.

Memisahkan beban kerja dengan waktu istirahat.

Jangkar Malam

Mematikan layar gadget 30 menit sebelum tidur.

Menurunkan arousal (kewaspadaan) otak.

 

Biro psikologi Smile Consulting Indonesia dikenal sebagai pusat asesmen Indonesia yang memberikan berbagai layanan, termasuk jasa psikotes dan asesmen individu, dengan proses yang efisien dan hasil mendalam.

 

 

Referensi 

Arlinghaus, K. R., & Johnston, C. A. (2018). The importance of creating a routine. American Journal of Lifestyle Medicine, 13(2), 142-144. https://doi.org/10.1177/1559827618818427

Ehlers, C. L., Frank, E., & Kupfer, D. J. (1988). Social zeitgebers and biological rhythms: A unified approach to understanding the etiology of depression. Archives of General Psychiatry, 45(10), 948-952. https://doi.org/10.1001/archpsyc.1988.01800340076012

Hou, W. K., Lai, F. T., Ben-Ezra, M., & Goodwin, R. (2020). Regularizing daily routines for mental health during and after the COVID-19 pandemic. Journal of Global Health, 10(2), 020315. https://doi.org/10.7189/jogh.10.020315

 

Bagikan