Memuat...
30 January 2026 09:57

Mengapa Mengelus Kucing atau Anjing dapat Menjadi "Obat" Tanpa Resep

Bagikan artikel

Pernahkah Anda pulang ke rumah dengan pundak yang terasa berat setelah hari yang panjang, namun seketika senyum Anda merekah saat disambut oleh goyangan ekor anjing atau dengkuran manja seekor kucing? Pertemuan singkat itu rasanya seperti magic, rasa lelah menguap dan ketegangan otot melunak. Fenomena ini bukan imajinasi Anda. Di balik kelucuan mereka, hewan peliharaan (Anak Bulu) adalah terapis alami yang mampu melakukan sinkronisasi dengan sistem saraf manusia untuk menciptakan ketenangan instan.

Hubungan antara manusia dan anabul bekerja seperti sebuah "jembatan emosional" yang unik. Saat Anda duduk santai dan mulai mengelus bulu mereka yang lembut, terjadi pertukaran kimiawi di dalam tubuh yang sangat kuat. Tekanan darah Anda yang semula tinggi perlahan menurun, dan ritme jantung Anda mulai berdetak lebih stabil. Perumpamaannya seperti menekan tombol reset pada mesin yang sudah terlalu panas. Mengelus anabul memberikan sensasi "jangkar" yang menarik Anda kembali ke momen saat ini (present moment), menghentikan pikiran yang melayang-layang ke masa lalu atau kecemasan masa depan.

Secara biologis, sentuhan fisik dengan hewan peliharaan memicu lonjakan hormon Oksitosin, yang sering dijuluki sebagai "hormon cinta" atau "hormon ikatan". Menariknya, penelitian menunjukkan bahwa lonjakan oksitosin ini tidak hanya terjadi pada Anda, tetapi juga pada si anabul. Ini adalah hubungan simbiosis yang menyembuhkan. Di saat yang sama, kadar kortisol (hormon stres) dalam darah Anda menurun drastis. Penjelasan sederhananya: interaksi dengan hewan peliharaan menipu otak Anda untuk keluar dari mode "siaga satu" dan berpindah ke mode "istirahat dan pulih". Inilah alasan mengapa pemilik hewan peliharaan secara statistik memiliki risiko penyakit jantung yang lebih rendah; mereka memiliki sistem manajemen stres alami yang bekerja setiap hari di rumah.

Agar manfaat "terapi bulu" ini maksimal bagi kesehatan mental Anda, cobalah beberapa interaksi berkualitas berikut:

  1. Ritual 10 Menit Tanpa Gadget. Luangkan waktu sepuluh menit setiap hari hanya untuk fokus pada anabul Anda. Letakkan ponsel, elus mereka, dan perhatikan napas mereka. Kehadiran penuh ini akan memberikan efek meditatif yang mendalam.

  2. Dengarkan "Purring" (Dengkuran) Kucing. Tahukah Anda bahwa frekuensi dengkuran kucing (antara 25-150 Hertz) memiliki efek penyembuhan bagi jaringan tubuh dan kepadatan tulang manusia? Mendengarkan dengkuran mereka adalah terapi suara alami yang menenangkan saraf.

  3. Ajak Bergerak Bersama. Mengajak anjing berjalan santai atau bermain dengan mainan tongkat kucing memicu produksi endorphin. Anda sehat secara fisik, dan ikatan batin dengan mereka pun semakin kuat.

Pada akhirnya, anabul bukan sekadar peliharaan yang menunggu diberi makan. Mereka adalah pendengar yang tidak pernah menghakimi, sahabat yang selalu menerima apa adanya, dan tabung oksigen emosional bagi jiwa yang sesak. Dengan menghabiskan waktu berkualitas bersama mereka, Anda sebenarnya sedang berinvestasi pada umur panjang jantung Anda dan kedamaian pikiran Anda. Jadi, jangan ragu untuk memberikan pelukan ekstra bagi anabul Anda hari ini karena di balik keimutan mereka, tersimpan kekuatan penyembuh yang luar biasa.

Sebagai bagian dari pusat asesmen Indonesia, biro psikologi Smile Consulting Indonesia menghadirkan solusi asesmen psikologi dan psikotes online berkualitas tinggi untuk kebutuhan evaluasi yang komprehensif.

 

 

Referensi:

Beetz, A., dkk. (2012). Psychosocial and Psychophysiological Effects of Human-Animal Interactions. Frontiers in Psychology.

Levinson, B. M. (1969). Pet-Oriented Child Psychotherapy. Thomas.

Bagikan